Secara Topografi Desa Tobai Barat sebagian besar berupa tanah dataran dengan struktur tanah lempung berpasir. Dengan kondisi tanah seperti ini banyak sekali dimanfaatkan masyarakat Desa Tobai Barat untuk bercocok tanam padi maupun tanaman semusim lainnya. Lahan pertanian (sawah) seluas 1.900 Ha belum dikerjakan secara optimal dan masih menggunakan metode tadah hujan dalam pengairannya.

Transportasi antar daerah di Desa Tobai Barat juga relative lancar. Keberadaan Desa Tobai Barat dapat dijangkau oleh angkutan umum dan berada di jalur alternative Tobai Barat sehingga mobilitas warga Tobai Barat cukup tinggi. Yang menghubungkan dua desa Tobai Timur dan Tobai Tengah. Berbatasan juga dengan Desa Nungrangcak Kecamatan Robatal. Hal ini sangat memudahkan aktivitas masyarakat Desa Tobai Barat karena dapat menjangkau sumber-sumber kegiatan ekonomi. Namun untuk menjangkau Kecamatan Sokobanah masyarakat masih lewat jalan Kecamatan Ketapang. Karena kondisi jalan yang tidak mendukung. Masih tanah dan telford, bebatuan.

 

  • Kondisi Infrastruktur Pendukung

Infrastruktur (fisik dan sosial) adalah dapat didefinisikan sebagai kebutuhan dasar fisik pengorganisasian sistim struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk kepada hal infrastruktur teknis atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas antara lain dapat berupa bangunan, jalan, sungai, waduk, tanggul, pengelolahan limbah, perlistrikan dan telekomunikasi, Infrastruktur selain fasilitasi akan tetapi dapat pula mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi aliran produksi barang dan jasa sebagai contoh bahwa jalan dapat melancarkan transportasi pengiriman bahan baku sampai ke pabrik kemudian untuk distribusi ke pasar hingga sampai kepada masyarakat. Dalam beberapa pengertian, istilah infrastruktur termasuk pula infrastruktur sosial kebutuhan dasar seperti antara lain termasuk sekolah, madrasah dan puskesmas-rumah sakit atau bangunan–bangunan sosial lainnya.

Infrastruktur sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu wilayah. Infrastruktur merupakan faktor penting sebagai pendorong dan sekaligus sebagai faktor yang mampu mempengaruhi daya tarik investasi dan daya saing daerah dengan kata lain pembangunan infrastruktur sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi. Mengingat pembiayaan infrastruktur tidak sedikit, maka prioritas sangat perlu dilakukan. Karena masyarakat Tobai Barat berada di dataran tinggi, Infrastruktur yang kita perlukan adalah Jalan Aspal, Telford dan Jembatan. Sarana ini penting untuk menghubungkan antar dusun. Untuk memudahkan masyarakat melakukan interaksi antar masyarakat.

Saat musim kemarau tiba, maka keberadaan air sangat dibutuhkan. Sementara sarana prasarana yang menunjang tidak memenuhi. Masyarakat membutuhkan program seperti sistem irigasi, penyediaan air bersih serta konservasi dan regulasi lingkungan dan tata ruang.. Selain diluar empat infrastruktur tersebut permasalahan energi dan telekomunikasi juga merupakan kebutuhan yang mendesak agar mampu meningkatkan daya saing daerah, dimana pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

Desa Tobai Barat juga merupakan daerah agraris dengan pengembangan tanaman semusim. Hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah system pengairan irigasi, mengingat bahwa bila musim kemarau tiba air untuk pengairan sawah sulit diperoleh. Kondisi mata air yang ada kurang memenuhi kebutuhan air, sehingga perlu adanya sarana yang dapat mencukupi kebutuhan akan air. Tandon air, cek dam atau pembagunan dan perbaikan plengsengan mungkin merupakan salah satu contoh sarana yang dibutuhkan masyarakat dalam bidang pengairan (irigasi). Selain bidang pertanian, bidang peternakan dan perikanan juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Tobai Barat dalam perencanaan program pembangunan. Kegiatan pelatihan–pelatihan ataupun sarana dan prasarana yang mendukung bidang ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan SDM masyarakat Desa Tobai Barat.

 

  • Organisasi Pemerintahan Desa

Sebagaimana dipaparkan dalam UU No. 06 tahun 2014 bahwa di dalam Desa terdapat tiga kategori kelembagaan Desa yang memiliki peranan dalam tata kelola Desa, yaitu: Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa penyelenggaraan urusan pemerintahan di tingkat Desa (pemerintahan Desa) dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Pemerintahan Desa ini dijalankan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan di negeri ini. Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah kepala Desa dan perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa. Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Desa Tobai Barat terdiri dari 5 Dusun, yaitu Dusun Sen Asen, Mandala, Tobai, But Moning, Leke Dalem, yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Dusun. Perangkat Desa menurut jenis jabatannya di Desa Tobai Barat terdiri dari 1 Kepala Desa, 1 Sekretaris Desa, 1 Staf Keuangan, 1 Staf Pemerintahan, 1 Staf Pembangunan, 1 Staf Kesra, 1 Staf Urusan Umum, dan 5 Kepala Dusun.

Badan Permusyawaratan Desa adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa. Badan Permusyawaratan Desa berfungsi menetapkan peraturan Desa bersama kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. BPD berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk Desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. BPD berfungsi menetapkan peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.